Rabu, 27 Desember 2017

Terjadinya Fatkhu Makkah


Terjadinya Fatkhu Makkah

A. Terjadinya Fatkhu Makkah
Fatkhu Makkah artinya kemenangan di Kota Makkah terjadi pada tahun 8 H. Sebelumnya telah terjadi beberapa peristiwa penting penting sebagai penyebab terjadinya kemenangan itu.
Fatkhu Makkah terjadi karena adanya Perjanjian Hubadiyah antara kaum muslimin dan Kaum Quraisy. Kum Muslimin penah bersumpah setia kepada Allah SWT dan Rasul-Nya di bawah sebuah pohon untuk membela agama Islam. Sumpah setia itu disebut “Baiatur Ridwan”.
Pada bulan Zukaidah tahun ke-6 H, bertepatan dengan tanggal 6 Maret 628 Masehi Rasulullah SAW bersama 1400 kaum muslimin hendak berangkat ke Makkkah untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Rasulullah mengutus Usman bin Affan agar menyampaikan maksud kedatangan beliau itu kepada kaum Quraisy. Namun orang Quraisy tidk memerdulikannya. Mereka justru menahan Usman sebagai jaminan.
1.      Perjanjian Hubaidiyah antara Kaum Muslimin dan Kaum Quraisy
Kaum Muslimin yang mendengar berita bahwa Usman bin Affan telah dibunuh. Mereka bertekad untuk menuntut balas atas terbunuhnya Usman. Mereka berbaiat kepada Rasulullah. Mereka bersumpah setia untuk membela Allah SWT dan Rasul-Nya. Mereka juga bertekad akan memerangi Kaum Quraisy.


Allah SWT meridhoi sikap orang-orang mukmin itu dan akan memberikan kemenangan kepada mereka. Seperti tersebt dalam Q.S. Al-Fath ayat 18 yang berbunyi:
فِي مَا فَعَلِمَ الشَّجَرَةِ تَحْتَ يُبَايِعُونَكَ إِذْ الْمُؤْمِنِينَ عَنِ اللَّهُ رَضِيَ لَقَدْ
 -١٨- قَرِيباً فَتْحاً وَأَثَابَهُمْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةَ فَأَنزَلَ قُلُوبِهِمْ
Artinya: Sungguh Allah SWT telah meridhoi orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balaan dengan kemenangan yang dekat.” (Q.S. Al-Fath: 18)
Orang-orang kafir Quraisy sangat ketakutan mendengar sumpah setia kaum muslimin. Mereka melepaskan Usman. Bahkan mereka telah mengirimkan seorang utusan bernama Suhail bin Amru untuk mengadakan perdamaian dengan Rasulullah. Karena Islam agama yang cinta damai, maka ajakan Kaum Quraisy disetujui oleh Rasulullah. Perjanjian perdamaian tersebut disebut Perjanjian Hudaibiyah, karena dilaksanakan di desa Hudaibiyah.
2.      Isi Perjanjian Hudaibiyah
Isi Perjanjian Hubaidiyah: 
1 Kaum Muslimin dan Kaum Quraisy tidak akan saling menyerang selama 10 tahun.
2. Kaum muslimin tidak diperkenakan memasuki Kota Mekah untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah tahun ini, kecuali tahun berikutnya. kemudian ketika berhaji atau berumrah tidak boleh membawa senjata dan tidak boleh tinggal di Mekah selama 3 hari.
3. Kaum Quraisy yang melarikan diri dari pihak Quraisy kepada Muhammad bin Abdullah supaya dikembalikan. tetapi jika kaum muslimin yang datang kepada kaum Quraisy tidak dikembalikan.
4. semua kabilah arab bebas bersekutu dengan kaum muslimin atau kaum quraisy. kabilah yang bersekutu dengan salah satu pihak merupakan bagian dari pihak tersebut.





Melihat isi perjanjian tersebut, nampaknya perjanjian itu sangat menguntungkan kaum kafir Quraisy dan merugikan kaum Muslimin. Para Sahabat semula sangat khawatir dengan isi perjanjian tersebut. Namun, sebagai seorang yang fathanah dan arif, Rasulullah mengetahui adanya keuntungan bagi Kaum Muslimin. Sehingga Rasulullah menyetujui isi perjanjian itu.
Keuntungan perjanjian bagi Kaum Muslimin antara lain:
a.       Dengan adanya perjanjian tidak saling menyerang (gencatan senjata) selama 10 tahun, kaum Muslimin mendapatkan kesempatan untuk melakukan dakwah ke seluruh Jazirah Arab tanpa ada gangguan atau rintangan.
b.      Dengan diperbolehkannya Kaum Muslimin melaksanakan haji dan umrah walaupun hanya tiga hari, berarti Kaum Quraisy telah mengakui adanya agama Islam dan kaum muslimin.
c.       Butir perjanjian ketiga memberi peluang kepada Rasulullah untuk memperkuat kaum muslimin. Orang-orang yang benar-benar kuat imannya tidak mungkin akan bergabung daan kembali dengan kaum kafir.
d.      Kafilah-kafilah yang telah lama ingin bergabu ng dengan Kaum Muslimin tidak merasa takut lagi dihalangi dan diancam kaum kafir Quraisy.
Dalam proses kesepakatan perjanjian itu kafir Quraisy menolak adanya istilah-istilah dalam Islam: Sebagai contoh: mereka meminta agar tulisan “Bismillahirahmanirahim” diganti menjadi “Bismika Allahuma” nama “Muhammad Rasullullah SAW” diganti menjadi “Muhammad bin Abdullah”. Meskipun demikian Rasullualah tetap bersabar dan menerima usulan mereka.
1.      Pelanggaran Kafir Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyah
Baru 2 tahun perjanjian Hudaibiyah dilaksananakan kaum Quraisy telah melanggar isi perjanjian yang telah mereka buat. Mereka membantu Bani Bakar menyerang Bani Khuza’ah yang telah masuk Islam.
Sejak masa Jahiliyah Bani Bakar dan Bani Khuza’ah tidak pernah berdamai. Mereka selalu bermusuhan. Setelah perjanjian Hudaibiyah Bni Khuza’ah menyatakan masuk Islam dan bergabung dengan Kaum Muslimin.
Ketika mendengar Bani Khuzaah masuk Islam, Bani Bakar sangat marah. Mereka meminta bantuan kepada kafir Quraisy untuk menyerang Bani Khuza’ah. Mereka mengepung dan menyerang Bani Khuza’ah di al-Watir.
Penyerangan itu dilakukan pada malam hari, sehingga beberapa orang Bani Khaza’ah tewas. Amar bin Salam al-Khuza’i melaporkan peristiwa itu kepada Rasulullah SAW.
Amar bin Salim al-Khuza’i melaporkan, bahwa:
a.       Kaum Quraisy telah mengingkari perjanjian damai, mereka ikut dalam penyerangan terhadap Bani Khuza’ah.
b.      Bani Khuza’ah berada dalam pengepungan selama beberapa hari.
c.       Bani Khuza’ah banyak yang meninggal  karena penyerangan tersebut.
Mendengar berita itu Rasulullah SAW segera menyiapkan 10.000 orang pasukan. Mereka akan membantu Bani Khuza’ah.
Kaum kafir merasa ketakutan. Mereka menghentikan bala bantuan kepada Bani Bakar. Abu Sufyan, seorang pemimpin kafir Quraisy memohon maaf kepada Rasulullah dan mengharap agar perjanjian itu diperpanjang.
Tetapi keinginan Abu Sufyan ditolak oleh Rasulullah SAW. Penolakan Rasulullah SAW bukan tanpa alasan, karena sebelumnya Rasulullah sudah menyampaikan pesan atas pelanggaran yang mereka lakukan.  Pesan tersebut berisi pilihan sebagai berikut:
a.       Kaum Quraisy membayar diat (denda).
b.      Kaum Quraisy memutuskan hubungan persekutuan dengan Bani Bakar, atau
c.       Kaum Quraisy menyatakan perjanjian Hudaibiyah tidak berlaku lagi. Ini berarti kaum muslimin akan mengamankan Kota Makkah.
Mereka memilih pilihan ketiga. Mereka menyadari pilihannya keliru. Mereka mengirim Abu Sufyan kembali ke Madinah untuk memperbaharui perjanjian dengan pihak kaum muslimin. Akan tetapi usaha Abu Sufyan tidak berhasil. Kaum Muslimin telah siap membebaskan Kota Makkah dari kafir Quraisy.
B.     Cara Menghindari Pertumpahan Darah dalam Peistiwa Fatkhu Makkah
1.      Pemberangkatan Pasukan
Pada bulan Ramadhan tahun 8 H bertepatan tahun 630 M, Rasulullah bersama 10.000 kaum Muslimin berangkat ke Kota Makkah. Tujuannya adalah untuk membebaskan dan mengamankan Kota Suci itu dari kekuasaan Jahiliyah kafir Quraisy. Di tengah jalan ada 2000 orang ikut bergabung dengan Rasulullah. Mereka adalah Abu Sufyan bin Al-Haris, Khalid bin Walid dan Amru bin Ash dan yang lain.
2.      Pendirian tenda untuk beristirahat
Sebelum memasuki Kota Makkah, Rasulullah memerintahkan pasukannya beristirahat di Murrul Dahram.
Para pasukan diperintahkan untuk mendirikan kemah, dan mengumpulkan kayu bakar untuk dibuat api unggun di sekeliling tenda.
Api unggun itu terlihat berkobar. Apinya membara dan asapnya mengepul sampai ke langit, sehingga terlihat oleh Kaum Kafir Quraisy dari Kota Makkah.
Para tokoh kafir Quraisy merasa khawatir. Mereka berusaha menyelidiki apa yang terjadi. Abu Sufyan menyelidiki apa perkemahan Kaum Muslimin. Tapi sayang, ia tertangkap basah oleh penjaga perkemahan dan dihadapkan kepada Rasulullah. Setelah menerima saran dari beberapa sahabat, akirnya Abu Sufyan menyatakan masuk Islam. Kemudian Rasulullah meminta Abu Sufyan kembali untuk memantau keamanan di Makkah.
3.      Menyusun Strategi
Setelah peristiwa itu Rasulullah mmbagi pasukan menjadi 4 kelompok, yaitu:
a.       Zubair bin Awam memimpin sayap kiri akan masuk Makkah dari sebelah Utara.
b.      Khalid bin Walid memimpin sayap kanan akan masuk dari sebelah selatan (bagian hilir).
c.       Sa’ad bin Ubaidah bersama kaum Anshar memimpin pasukan masuk dari sebelah barat.
d.      Abu Ubaidah bin Jarrah bersaa Rasulullah dan kaum muhajirin masuk dari bagian hulu, yakni dari Bukit Hind.
Sebelum melanjutkan perjalanan, Rasulullah memberi nasehat kepada pasukannya agar menghindari pertumpahan darah kecuali sangat terpaksa. Setelah itu pasukan baru bergerak menuju posnya masing-masing.
4.      Pasukan Muslimin memasuki Kota Makkah
Setelah menerima perintah dari Rasulullah, pasukan muslim mulai bergerak mendekati Kota Makkah dengan mengumandangkan kalimat tasbih, tahid, dan takbir. Kalimat-kalimat itu begitu bergemuruh dan menggema di langit menuju Kota Makkah. Setiap orang yang mendapatkan hidayah Allah SWT pasti tersentuh dan menitikan air mata mendengar suara itu. Akhirnya mereka bergabung dengan pasukan Muslimin.
Semua pasukan Muslimin masuk Kota Makkah dengan aman dan selamat, kecuali pasukan Khalid bin Walid yang sempat mendapat perlawanan kelompok Kafir Quraisy pimpinan Sofwan, Suhail, dan Ikrimah bin Abu Jahal. Pertempuran kecil itu akhirnya dapat diatasai. Setelah mengalami kekalahan, kelompok Kafir Quraisy melarikan diri.
Setelah berhasil memasuki Kota Makkah Rasulullah menugaskan Abu Sufyan untuk membacakan maklumat yang menyatakan:
a.       Barangsiapa yang masuk kerumah Abu Sufyan berarti aman.
b.      Barang siapa yang masuk ke Masjidil Haram berarti aman, dan
c.       Barang siapa yang menutup rumahnya berarti aman.
Orang-orang Quraisy melakukan apa yang disebutkan dalam maklumat tersebut. Akhirnya Rasulullah dapat memasuki Kota Makkah sebagai panglima yang bijaksana. Beliau memaafkan dan menerima mereka yang menyatakan diri masuk Islam. Akhirnya Beliau berhasil menguasai Kota Makkah tanpa pertumpahan darah yang berarti.
5.      Membersihkan Ka’bah dari berhala dan Kemenangan Islam
Setelah Kota Makkah dapat dikuasai pasukan muslim, pada tanggal 20 Ramadhan tahun 8 H, Rasulullah beserta para sahabat melakukan Tawaf mengelilingi Ka’bah 7 kali.
Selanjutnya Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk membersihkan Ka’bah dari berhala dan gambar berhala yang berada di sekitarnya.
Ka’bah sebagai Kiblat umat Islam telah dipenuhi 360 berhala. Dalam peristiwa itu, Rasulullah sendiri juga ikut melakukannya sambil membacakan ayat Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 81:
-٨١- زَهُوقاً كَانَ الْبَاطِلَ إِنَّ الْبَاطِلُ وَزَهَقَ الْحَقُّ جَاء وَقُلْ
“Dan katakanlah: yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” (Q.S. Al-Isra”:81).
Esok harinya, yakni pada tanggal 21 Ramadhan tahun 8 H, Rasulullah memerintahkan Bilal ibn Rabah agar mengumandangkan azan di atas Ka’bah untuk memanggil umat Islam agar melaksanakan shalat Subuh. Setalah mengerakan sholat, Rasulullah menemui orang-orang kafir Quraisy. Rasulullah memaafkan dengan tulus segala pelakuan yang pernah mereka lakukan dan memersilahkan mereka untuk pergi.
Setelah itu Rasulullah menyerahkna kunci dan kepengurusan Ka’bah kepada Utsman bin Thalhah. Rasulullah tidak menginginkan kekuasaan atas Kota Makkah. Beliau hanya ingin membersihkan Makkah dari berhala-berhala agar penduduknya tidak lagi menyembah behala melainkan menyembah Allah SWT.
Sejak saat itu, orang-orang mulai berbondong-bondong masuk aagama Islam dan mengagungkan nama Allah SWT.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang yakni selama 21 tahun akhirnya dengan pertolongan Allah SWT, Rasulullah berhasil membebaskan dan memenagkan Kota Makkah. 

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya 

 

Berikut ini adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Dasar kelas IV yaitu tentang bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya. Artikel ini merupakan kelanjutan dari pelajaran ipa tentang organ tubuh manusia dan fungsinya.

A. Akar

bagian-bagian akar tumbuhan

Akar merupakan bagian tumbuhan yang penting. Akar berada di dalam tanah. Fungsi atau kegunaan akar adalah sebagai berikut :
  • Menancapkan tumbuhan ke dalam tanah
  • Menyerap air dan mineral dari dalam tanah
  • Sebagai tempat menyimpan makanan, misalnya pada tanaman wortel. lobak, dan ubi kayu.
Akar terdiri dari beberapa bagian yaitu :
  1. Rambut akar (bulu akar) berguna untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah
  2. Tudung akar, berguna untuk melindungi akar pada waktu menembus tanah.
Menurut bentuknya, akar dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut :
a. Akar serabut, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping satu, misalnya akar kelapa, akar pepaya. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang. Ukuran bagian pangkal dan ujung akar serabut hampir sama.
b. Akar Tunggang, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping dua, misalnya akar kopi, mangga, dan asam. Akar tunggang mempunyai akar pokok. Akar pokok itu bercabang-cabang sehingga menjadi akar-akar yang lebih kecil. Namun demikian, tumbuhan berkeping dua yang ditanam dengan cara dicangkok tidak mempunyai akar tunggang. Tumbuhan berkeping dua yang dicangkok akan mempunyai akar serabut.

Ada beberapa tumbuhan yang mempunyai akar khusus. Akar itu mempunyai sifat dan kegunaan khusus. Beberapa akar khusus adalah sebagai berikut :
  1. Akar Gantung. Akar gantung tumbuh pada bagian tumbuhan yang berada di atas tanah. Akar itu kemudian menggantung di udara, misalnya akar gantung pada pohon beringin.
  2. Akar Pelekat. Akar pelekat tumbuh pada bagian batang. Akar tersebut berguna untuk menempelkan tumbuhan itu pada kayu, tembok, atau tumbuhan lain, misalnya akar pada tumbuhan sirih dan lada.
  3. Akar Tunjang. Akar tunjang tumbuh pada bagian bawah batang. Akar itu tumbuh ke segala arah, gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah, misalnya akar pada pohon pandan.
  4. Akar Napas. Akar napas merupakan cabang-cabang dari akar tumbuhan tersebut. Akar itu tumbuh ke atas sehingga muncul di permukaan tanah atau air. Akar napas berguna untuk keluar masuknya udara ke dalam tumbuhan, misalnya akar pohon bakau.

B. Batang

bagian-bagian batang tumbuhan

Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada di atas tanah. Batang mempunyai kegunaan yaitu :
  • Sebagai tempat tumbuh daun, bunga, dan buah
  • Sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun
  • Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya ketela rambat dan sagu.
Ada tiga jenis batang yaitu :
  1. Batang basah, yaitu batang tumbuhan yang lunak dan berair, misalnya batang tanaman bayam.
  2. Batang berkayu, yaitu batang tumbuhan yang terdiri dari kayu, misalnya batang pohon mangga.
  3. Batang rumput, yaitu batang tumbuhan yang beruas-ruas dan berongga, misalnya batang padi dan rumput.

C. Daun

bagian-bagian daun tumbuhan

Daun adalah bagian tumbuhan yang tumbuh pada batang. Daun pada umumnya berwarna hijau. Ada daun yang berwarna hijau muda, ada yang berwarna hijau tua. Ada pula daun yang tidak berwarna hijau, misalnya daun pada tanaman puring.
Fungsu atau kegunaan daun adalah sebagai berikut:
  • Untuk melakukan pernapasan
  • Sebagai tempat pembuatan makanan
  • Tempat terjadinya penguapan
Bentuk daun berdasarkan susunan tulang daunnya ada 4 (empat) macam, sebagai berikut :
  1. Bertulang menyirip, bentuknya seperti susunan sirip ikan. Contoh daun mangga, jambu, dan nangka.
  2. Bertulang menjari, bentuknya seperti jari-jari tangan. Contoh daun pepaya, daun singkong, dan daun kapas.
  3. Bertulang melengkung, bentuknya berupa garis-garis melengkung, contoh daun genjer.
  4. Bertulang sejajar, bentuknya berupa garis-garis sejajar, contoh daun padi dan daun jagung.
Jenis daun berdasarkan jumlah helai daun pada tangkai daun ada dua, sebagai berikut :
  • Daun Tunggal. Bila pada sebatang tangkai daun hanya terdapat satu helai daun, misalnya daun singkong, daun pepaya, dan daun pisang.
  • Daun Mejamuk. Bila pada sebatang tangkai daun terdapat beberpaa helai daun, misalnya daun belimbing, daun asam, dan daun mawar.

D. Bunga

bagian-bagian bunga

Bunga pada tumbuhan berbagai macam bentuk dan warnanya. Ada bunga yang berwarna putih, kuning, merah, dan ungu. Fungsi atau kegunaan bunga  adalah sebagai alat  berkembang biak. Bunga dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut :
a. Bunga tidak sempurna. Bunga yang hanya mempunyai benang sari saja atau putik saja. Bunga yang hanya mempunyai benang sari saja disebut bunga jantan. Bunga hanya mempunyai putik saja disebut bunga betina.
b. Bunga sempurna. Bunga yang mempunyai benang sari dan putik. Bunga sempurna terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
  • Tangkai bunga, yaitu bagian yang menghubungkan antara batang dengan bunga.
  • Kelopak bunga, yaitu bagian yang gunanya untuk melindungi ketika bunga masih kuncup. Kelopak bunga berwarna hijau, bentuknya menyerupai daun. Kelopak bunga akan membelah bila bunga mekar.
  • Mahkota bunga, yaitu bagian bunga yang indah. Mahkota biasanya bentuknya menarik dan berwarna-warni. Mahkota bunga berguna untuk menarik perhatian serangga.
  • Benang sari, yaitu alat kelamin jantan bunga, berguna sebagai alat perkembangbiakan.
  • Putik, yaitu alat kelamin betina bunga. Berguna sebagai alat perkembang biakan.

LINGKUNGAN ALAM

BAB I

LINGKUNGAN ALAM


Pengertian Lingkungan Alam

Lingkungan alam adalah semua yang tersedian di alam (dengan sendirinya terbentuk secara alami). Lingkungan merupakan ciptaan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Lingkungan alam dibedakan menjadi 2 yaitu:

A. Lingkungan Alam Daratan

Daratan adalah bagian bumi yang kering. Daratan sebagian besar berupa lahan tanah.

Lingkungan alam daratan antara lain:

1. Gunung

Gunung adalah permukaan bumi yang menjulang tinggi (bukit yang besar dan tinggi).

Gunung dibedakan menjadi dua: yaitu gunung berapi (yang masih aktif) dan gunung tidak berapi (sudah tidak aktif)

Gunung api adalah gunung yang memiliki kawah atau gunung yang di dalamnya terdapat magma. Contoh gunung api yaitu Gunung Sinabung di Sumatera; Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah.

2. Pegunungan

Pegunungan adalah daerah yang terdiri atas gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Contoh: Pegunungan Dieng di Jawa Tengah.

3. Pantai

Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan perairan.

Pantai yang menjorok ke lautan disebut TANJUNG.

Adapun lautan yang menjorok ke daratan disebut TELUK.

Pantai dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Pantai landai, yaitu pantai yang daratannya menurun sedikit demi sedikit ke arah laut. 
    Contohnya: Pantai di Semarang, Jawa Tengah.

b. Pantai curam, yaitu Pantai yang daratannya menurun secara terjal dan curam.
    Contohnya: Pantai di Pacitan, Jawa Timur.

4. Hutan
    Berdasarkan jenis tumbuhannya hutan dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

    a. Hutan Homogen

        Hutan homogen adalah hutan yang ditumbuhi pohon-pohon yang sejenis.

       Contohnya: hutan bakau, hutan pinus, hutan jati, dan lain-lain.

b. Hutan Heterogen

    Hutan heterogen adalah hutan yang ditumbuhi pohon yang berbeda jenis.

    Contohnya:hutan tropis, hutan lindung, hutan wisata dan lain-lain.

B. Lingkungan Alam Perairan

Lingkungan alam perairan adalah lingkungan yang basah.

Lingkungan alam perairan antara lain:

1. Laut

Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah banyak dan luas.

Contoh: Laut Jawa

2. Samudra

Samudra adalah laut yang sangat luas.

Contoh: Samudra Indonesia, Samudra Atlantik, Samudra Pasifik

3. Sungai

Sungai adalah aliran air yang besar dan bermuara ke laut.

4. Danau

Danau adalah genangan air yang sangat luas dan dikelilingi oleh daratan.

5. Selat

Selat adalah laut sempit yang memisahkan dua pulau.

6. Teluk

Teluk adalah laut yang menjorok ke daratan.

7. Muara

Muara adalah tempat berakhirnya aliran sungai di laut.


MANFAAT LINGKUNGAN ALAM


Manfaat lingkungan alam antara lain sebagai berikut:

1. Pantai

Dimanfaatkan untuk:
* objek wisata atau rekreasi seperti Pantai Parangtritis dan Pantai Kuta.
* Olahraga, misalnya untuk selancar (surfing)

2. Hutan

Manfaat hutan untuk:
* Tempat menyimpan cadangan air
* Paru-paru dunia, sebab hutan menghasilkan udara yang bersih
* Objek wisata alam
* Penghasil kayu sebagai bahan baku pembangunan

3. Gunung

Manfaat Gunung:
* Untuk wisata dan rekreasi
* Untuk olahraga, misalnya mendaki gunung dan paralayang
* Muntahan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus dapat menyuburkan tanah
* Muntahan material berupa pasir dan bebatuan dari guung berapi dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

4. Sungai