Materi SKI Kelas 4 Kepribadian Nabi Muhammad Saw
A. Nabi muhammad saw sebagai Rahmat bagi Seluruh AlamNabi Muhammad saw. merupakan seorang yang sopan dan santun dalam bertutur kata. Beliau jujur dan tidak pernah berdusta serta luhur budi pekertinya. Beliau tidak pernah membeda-bedakankan atau memandang seseorang dari status sosial, warna kulit, suku bangsa atau golongan. Beliau selalu berbuat baik kepada siapa saja bahkan kepada orang jahat atau orang yang tidak baik kepadanya. Nabi Muhammad saw. mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat mulia. Beliau memiliki budi pekerti yang agung. Seperti tersebut dalam firman Allah Surat al-Qalam/68:4.
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”(Qs. Al-Qalam/68:4)
Ketika kaum kafir Quraisy menuduhnya gila, beliau tidak marah beliau tetap teguh, tenang dan sabar. Beliau berhasil dalam berdakwah karena mampu menahan diri ketika menerima celaan dan makian dari kaum kafir Quraisy. Allah swt. telah mengutamakan dan menyempurnakan sifat dalam diri Nabi Muhammad saw.. Sehingga beliau pantas menjadi teladan semua umat manusia. Nabi Muhammad saw. telah terbiasa santun dalam menyampaikan kebenaran.
Apa yang dapat kita teladani dari kepribadian Nabi Muhammad saw ?
- Pertama; santun dalam bicara
- Kedua; santun dalam perbuatan
- Ketiga; santun dalam pengambilan keputusan
- Keempat; santun ketika berhadapan dengan orang yang membencinya
Sifat-sifat mulia apa saja yang wajib dimiliki Nabi Muhammad saw. ?
- Pertama Siddiq
- Kedua Amanah
Amanah artinya terpercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh kerana itulah masyarakat Makkah memberi gelaran kepada Nabi Muhammad dengan gelaran Al-Amin yang bermaksud jujur dan terpercaya, jauh sebelum beliau diangkat jadi seorang Rasul. Nabi Muhammad saw. Mustahil bersifat khianat yang artinya menghianati amanah yang dipercayakan kepadanya. - Ketiga Tablig
Tabligh artinya menyampaikan. Seorang Nabi dan Rasul berkewajiban menyampaikan perintah dan larangan Allah swt. Maka mustahil bersifat kitman atau menyembunyikan pesan Allah.
Fathonah artinya bijaksana dan cerdas. Mustahil bagi seseorang Rasul itu bersifat baladah atau bodoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar